Rabu, 26 Juni 2019

SIKLUS AKUNTANSI

Akuntansi merupakan sistem pencatatan transaksi keuangan bisnis secara sistematis dan komprehensif. Untuk menghasilkan output akuntansi, yaitu laporan keuangan, akuntansi melewati tahapan-tahapan proses yang sistematis. Tahapan-tahapan aktivitas atau kegiatan dalam akuntansi ini dikenal dengan istilah siklus akuntansi, yang akan menjadi pokok bahasan pada tulisan ini.

Pengertian Siklus Akuntansi
Siklus akuntansi adalah kumpulan proses pencatatan dan pemrosesan kejadian akuntansi (accounting events) di suatu perusahaan.

Siklus akuntansi merupakan urutan kegiatan yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mencatat transaksi keuangan suatu bisnis. Transaksi-transaksi keuangan tersebut nantinya akan dirangkum di setiap akhir periode laporan ke dalam laporan keuangan. Siklus akuntansi dikenal juga dengan istilah siklus pembukuan (bookkeeping cycle).

10 Tahapan dalam Siklus Akuntansi
Tahapan-tahapan atau proses dalam siklus akuntansi adalah sebagai berikut:

1. Identifikasi kejadian yang menyebabkan transaksi. Contoh kejadian yang menyebabkan terjadinya transaksi antara lain:
  • membeli bahan baku
  • membeli assets
  • membayar gaji kepada karyawan
  • menjual barang atau jasa, dll.
2. Persiapkan dokumen bisnis yang berkaitan dengan transkasi. Setelah mengidentifikasi transaksi, siapkan dokumen yang berhubungan dengan transaksi tersebut. Semua transaksi harus dilengkapi dengan dokumen. Dokumen-dokumen yang terkait dengan transaksi antara lain:
  • invoice dari supplier
  • invoice untuk customer
  • dokumen penerimaan kas
  • voucher petty cash
  • dokumen pajak, dll
3. Identifikasi akun-akun apa saja yang akan terpengaruh oleh transaksi. Sebagaimana diketahui, sistem akuntansi modern menggunakan sistem double entry. Sehingga, setiap satu transaksi akan berpengaruh paling tidak ke dua akun. Untuk itu, setiap transaksi yang terjadi harus diidentifikasi akun-akun apa saja yang akan terpengaruh.

4. Pencatatan transaksi ke akun-akun yang sesuai atau disebut juga dengan aktivitas posting ke buku besar. Setelah mengidentifikasi akun-akun yang terpengaruh oleh transaksi, langkah selanjutnya adalah mencatat transaksi ke buku besar. Penggunaan sistem komputer seperti software akuntansi maupun ERP semakin membantu mempermudah aktivitas ini.

5. Pembuatan trial balance sebelum penyesuaian (preliminary trial balance). Setelah semua transaksi dicatat, siapkan trial balance sebelum penyesuaian. Trial balance ini bertujuan untuk menganalisa dan mengidentifikasi apakah terjadi kesalahan pada saat melakukan pencatatan, untuk dilakukan koreksi atau pembetulan. Kesalahan-kesalah yang terjadi antara lain seperti salah akun, salah jumlah, dll.

6. Pencatatan jurnal penyesuaian (adjustment journal).

7. Pembuatan trial balance setelah penyesuaian (adjusted trail balance).

8. Pembuatan laporan keuangan. Dijelaskan lebih lanjut.

9. Melakukan closing books untuk periode pelaporan.

10. Pembuatan dan review trial balance setelah closing.


Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

DOUBLE ENTRY SYSTEM

Double entry system atau sistem double entry merupakan sistem pencatatan akuntansiyang berlaku saat ini. Double entry system ini ssat ini menjadi dasar aktivitas pembukuan akuntansi. Pembahasan sistem double entry sangat erat kaitannya serta tidak bisa dipisahkan dengan istilah debit dan credit pada akuntansi.

Pengertian Double Entry System
Double entry system adalah sistem pencatatan akuntansi dimana setiap satu transaksi keuangan memiliki dua efek sekaligus, yaitu debit di satu sisi dan credit di sisi lain. Dalam sistem double entry, jumlah total debit harus selalu sama dengan jumlah total credit. Pada sistem double entry ini, setiap transaksi akan berpengaruh terhadap minimal dua akun atau bahkan lebih.

Sistem double entry ini merupakan kebalikan dari sistem single entry dimana setiap transaksi hanya dicatat satu kali dan hanya memiliki satu efek saja.

Sebagai contoh, pada sistem double entry, saat terjadi transaksi pembelian persediaan atau inventory secara tunai (dengan uang kas), transaksi tersebut akan memiliki dua pengaruh yaitu sebagai berikut:
  • Persediaan atau inventory bertambah atau debit
  • Uang kas berkurang atau kredit
Perlu dicatat bahwa debit tidak sama artinya dengan bertambah, pun demikian dengan credit tidak selalu berarti berkurang.

Debit vs Credit
Untuk lebih memahami pengertian double entry system, kita terlebih dahulu harus memahami istilah debit dan credit, yaitu sebagai berikut:
  • Debit yaitu pencatatan akuntansi saat terjadi kondisi dimana aset dan biaya mengalamai peningkatan (bertambah), atau saat liability (utang) dan equity (modal) mengalami penurunan (berkurang). Dalam akuntansi, debit berada di sisi sebelah kiri.
  • Credit yaitu penctatan akuntansi saat terjadi kondisi dimana liability dan equity mengalami peningkatan (bertambah), atau aset dan biaya mengalami penurunan (berkurang). Credit merupakan kebalikan dari debit, dan berada di sisi sebelah kanan.
Posisi Normal Akun Ditinjau Dari Debit dan Credit
Berdasarkan pengertian debit dan credit di atas, setiap akun dalam akuntansi memiliki satu posisi normal, baik itu debit maupun credit. Posisi normal yaitu posisi pencatatan transaksi yang wajar.
  • Sebagai contoh, aset dan biaya merupakan kelompok akun yang memiliki posisi saldo normal debit. Artinya, setiap akun pada kelompok akun tersebut bertambah, maka akan dicatat sebagai debit.
  • Sedangkan, liability dan equity adalah kelompok akun yang memiliki posisi saldo normal credit. Artinya, setiap akun tersebut mengalami peningkatan (bertambah), maka akan dicatat sebagai credit.
Sebagai contoh, posisi normal akun adalah sebagai berikut:
  • Cash atau bank posisi normal berada di debit.
  • Fixed assets posisi nomal berada di debit.
  • Inventory posisi normal berada di debit.
  • Account Payable (Utang Usaha) posisi normal berada di credit.
  • Account Receivable (Piutang Usaha) posisi normal berada di debit.
  • Modal posisi normal berada di credit.
  • Gaji posisi normal berada di debit.
  • Biaya Sewa posisi normal berada di credit.
  • Dll
Contoh Double Entry System
Untuk lebih memahami double entry system, berkut kami sajikan contoh pencatatan akuntansi dengan menggunakan double entry system sbb:

Pembelian Inventory dengan uang tunai atau cash
  • Inventory –> bertambah –> Debit
  • Kas –> berkurang –> Credit.
Pembelian Inventory dengan non-tunai atau cara credit
  • Inventory –> (assets) bertambah –> Debit
  • Account Payable (Utang Usaha) –> (liability) bertambah –> Credit
Pembelian fixed assets berupa mesin dengan cara credit ke vendor
  • Fixed assets –> (assets) bertambah –> Debit
  • Account Payable –> (liability) bertambah –> Credit
Pemilik usaha menyetor modal berupa uang tunai
  • Cash –> (assets) bertambah –> Debit
  • Modal –> (equity) bertambah –> Credit
Membayar gaji karyawan
  • Gaji –> (biaya) bertambah –> Debit
  • Cash –> (assets) berkurang –> Credit

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

MEMAHAMI CASH BASIS VS ACCRUAL BASIS

Cash Basis vs Accrual Basis
Akuntansi merupakan proses pencatatan transaksi keuangan, yaitu perjanjian dua pihak dimana salah satu pihak menjual barang atau jasa, dan pihak lain membeli barang atau jasa tersebut. Sebuah transaksi harus memenuhi syarat memiliki dampak keuangan yang biasanya berupa aliran kas, baik saat ini maupun yang akan datang.

Berdasarkan waktu pencatatan transaksi, pada akuntansi dikenal dua metode pencatatan akuntansi yaitu secara cash basis dan accrual basis. Tulisan ini akan membahas perbedaan mendasar antara cash basis vs accrual basis.

Pengertian Cash Basis vs Accrual Basis
Berdasarkan waktu pencatatan transaksi, pada akuntansi dikenal metode cash basis dan accrual basis. Untuk memahami keduanya, kita harus memahami kedua istilah tersebut yaitu sebagai berikut:
  • Cash basis adalah proses pencatatan transaksi akuntansi dimana transaksi dicatat pada saat menerima kas atau pada saat mengeluarkan kas. Pada cash basis, pendapatan dicatat pada saat menerima kas, sedangkan biaya dicatat pada saat mengeluarkan kas. Sebagai contoh, pada metode cash basis ini, pendapatan belum dicatat meskipun barang atau jasa sudah diberikan kepada customer atau pelanggan. Pendapatan baru akan dicatat pada saat pembeli atau pelanggan membayar sejumlah uang atau kas kepada pembeli. Pada praktik akuntansi dewasa ini, metode cash basis jarang digunakan.
  • Accrual basis adalah proses pencatatan transaksi akuntansi dimana transaksi dicatat pada saat terjadi, meskipun belum menerima ataupun mengeluarkan kas. Pada accrual basis, pendapatan dicatat pada saat terjadi penjualan meskipun kas belum diterima, sedangkan biaya dicatat pada saat biaya tersebut dipakai atau digunakan, meskipun belum mengeluarkan kas. Dengan demikian, pada metode accrual basis pendapatan dicatat pada saat terjadi penjualan, meskipun kas belum diterima.
Perlu dicatat bahwa secara agregat atau keseluruhan, jumlah pencatatan akuntansi baik dengan metode cash basis maupun accrual basis akan menghasilkan angka yang sama. Perbedaan keduanya hanya pada waktu pencatatan transaksi.

Contoh Cash Basis dan Accrual Basis
Untuk lebih mudah memahami cash basis vs accrual basis, berikut kami sajikan contoh sederhana metode pencatatan cash basis dan accrual basis.

PT Javafood menjual barang berupa mie instant dan mengirimkannya kepada pelanggannya, PT Sukamamur pada tanggal 3 Juni 2016 senilai Rp 3.600.000. PT Sukamakmur membayar pembelian mie instant tersebut pada PT Javafood dua minggu kemudian, yaitu pada tanggal 17 Juni 2016. Bagaimana pencatatannya secara cash basis dan accrual basis?
  • Pada metode cash basis, pengiriman mie instant kepada PT Sukamakmur pada tanggal 3 Juni 2016 belum dicatat sebagai pendapatan. Pendapatan dicatat pada tanggal 17 Juni 2016 setelah menerima kas dari PT Sukamakmur.
  • Sedangkan pada metode accrual basis. pendapatan dicatat pada tanggal 3 Juni 2016 begitu terjadi penjualan.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

DEFINISI TRANSAKSI AKUNTANSI DAN CONTOHNYA

Transaksi Akuntansi
Transaksi akuntansi merupakan trigger atau pemicu dilakukannya pencatatan akuntansi. Dengan kata lain, pencatatan akuntansi hanya dilakukan jika dan hanya jika ada transaksi akuntansi yang terjadi pada bisnis. Sebaliknya, jika tidak ada transaksi, maka tidak ada pencatatan akuntansi. Selanjutnya, transaksi-transaksi tersebut kemudian akan dilakukan pencatatan dalam bentuk journal entry. Pada tulisan ini, kami akan membahas definisi transaksi akuntansi serta contoh-contoh umum transaksi yang sering terjadi di bisnis.

Definisi Transaksi Akuntansi
Transaksi akuntansi yaitu kesepakatan atau perjanjian dua pihak dimana salah satu pihak menjual barang atau jasa, dan pihak lain membeli barang atau jasa tersebut. Sebuah transaksi akuntansi harus memenuhi syarat memiliki dampak keuangan baik di masa sekarang maupun yang akan datang. Karena memilik dampak keuangan, sebuah transaksi harus bisa diukur atau dinyatakan nilainya dalam bentuk uang. Karena bisa diukur nilainya dengan uang, transaksi akuntansi bisa disebut juga dengan transaksi keuangan bisnis.

Contoh Transaksi Umum Yang Terjadi Di Bisnis
Beberapa contoh transaksi umum yang terjadi pada bisnis adalah sebagai berikut:
  • Membeli bahan baku secara tunai ke pemasok
  • Membeli bahan baku secara kredit ke pemasok
  • Menjual barang secara tunai ke pelanggan
  • Menjual barang secara kredit ke pelanggan
  • Melakukan pembelian fixed assets
  • Melakukan penjualan fixed assets kepada pihak lain
  • Mencatat depresiasi atau penyusutan fixed assets
  • Membayar gaji karyawan
  • Mencatat biaya pemakaian listrik, air dan telepon
  • Membeli perlengkapan kantor
  • Menyewa gedung, kantor ataupun gudang
  • Menyewa mobil operasional
  • Meembayar pajak kepada pemerintah
  • Membayar jaminan sosial tenaga kerja
  • Membayar uang lembur karyawan
  • Mengikutsertakan karyawan perusahaan pada program asuransi kesehatan
  • Memberikan donasi atau sumbangan
Transaksi-transaksi keuangan yang terjadi pada bisnis, selanjutnya akan dilakukan pencatatan dalam bentuk journal entry menggunakan sistem double entry, dimana setiap transaksi akan mempengaruhi setidaknya dua akun yang dinyatakan dalam debit dan credit.

Setiap pencatatan transaksi keuangan harus memenuhi persamaan akuntansi dan pada akhir periode akuntansi, jumlah total debit sama dengan jumlah total credit yang disebut sebagai posisi yang balance.


Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

CARA MUDAH MENENTUKAN DEBIT KREDIT PADA PEMBUKUAN AKUNTANSI

Cara Menentukan Debit Kredit
Istilah debit kredit merupakan ciri khas sistem akuntansi double entry yang membedakan dengan sistem single entry. Bagi Anda yang pernah mempelajari akuntansi, pasti pernah mengalami kebingungan dalam menentukan debit kredit saat akan melakukan entri jurnal. Kebingungan tentang debit dan kredit ini dibahas secara panjang lebar di Quora. Pada tulisan ini, saya akan membahas bagaimana cara mudah menentukan debit kredit.

Pengertian Debit Kredit

Debit yaitu pencatatan akuntansi saat terjadi kondisi dimana aset dan biaya mengalamai peningkatan (bertambah), atau saat liability (utang) dan equity (modal) mengalami penurunan (berkurang). Pada akuntansi, debit lazim berada di sisi sebelah kiri.
Kredit yaitu pencatatan akuntansi saat terjadi kondisi dimana liability dan equity mengalami peningkatan (bertambah), atau aset dan biaya mengalami penurunan (berkurang). Kredit merupakan kebalikan dari debit, dan berada di sisi sebelah kanan.

Apa Makna Debit Kredit Dalam Akuntansi?

Ditinjau dari sisi makna, istilah debit kredit sebenarnya tidak memiliki arti apa-apa pada akuntansi. Kesalahpahaman yang sering terjadi terutama pada orang yang baru mempelajari akuntansi adalah debit berarti “bertambah” sedangkan kredit “berarti” berkurang. Definisi tersebut memang benar pada sebagian komponen akun dalam akuntansi yaitu assets dan expenses. Akan tetapi pada komponen lain seperti liability, owner’s equity dan income definisi tersebut jelas tidak tepat.

Sehingga, debit dan kredit tidak bisa diartikan atau dimaknai hanya dengan bertambah dan berkurang, karena kondisinya berbeda untuk masing-masing kelompok akun. Kesimpulan berdasarkan yang saya baca dari beberapa sumber adalah bahwa debit dan kredit tidak memiliki arti apa-apa, selain posisi pencatatan suatu akun apakah ia berada di sisi debit atau di sisi kredit, berdasarkan karakteristik masing-masing akun tersebut.

Debit Kredit dalam Transaksi Umum Yang Sering Terjadi

Berikut ini adalah contoh posisi debit dan kredit pada transaksi umum yang sering terjadi pada bisnis:
  • Menjual barang dagang secara tunai kepada pelanggan. Debit: Kas. Kredit: Pendapatan.
  • Menjual barang dagang secara kredit kepada pelanggan. Debit: Piutang Dagang. Kredit: Pendapatan.
  • Membeli perlengkapan secara tunai kepada supplier. Debit: Perlengkapan. Kredit: Kas.
  • Membeli perlengkapan secara kredit kepada supplier. Debit: Perlengkapan. Kredit: Utang Dagang.
  • Menerima kas atas pelunasan piutang usaha oleh pelanggan. Debit: Kas. Kredit: Piutang Dagang.
  • Membeli fixed assets secara kredit kepada supplier. Debit: Foxed Assets. Kredit: Utang Dagang.
  • Pembeiian inventory secara tunai kepada supplier. Debit: Inventory. Kredit: Kas.
  • Pembelian inventory secara kredit kepada supplier. Debit: Inventory. Kredit: Utang Dagang.
  • Membayar gaji karyawan. Debit: Salary expenses. Kredit: Kas.
Cara Mudah Menentukan Debit Kredit

Untuk menentukan debit dan kredit dengan mudah, kita harus memahami terlebih dahulu dua hal berikut:

Kelompok atau Klasifikasi Akun
  1. Assets
  2. Liabilities
  3. Owner’s Equity
  4. Income
  5. Expenses
Kelompok akun 1, 2, dan 3 merupakan akun yang terdapat di laporan keuangan balance sheet. Sedangkan, kelompok akun 4 dan 5 adalah kelompok akun yang terdapat di laporan keuangan income statement.

Akun Lawan

Yaitu akan lawan dari suatu transaksi, dimana setiap transaksi akan mempengaruhi sedikitnya 2 akun. Sebagai contoh, pada transaksi pembelian mesin secara kredit, akun yang terpengaruh adalah mesin (fixed assets), sedangkan lawannya adalah utang usaha (membeli secara kredit).

Untuk kelompok akun yang ada di balance sheet, aturan untuk menentukan debit dan kredit adalah sebagai berikut:

Kelompok akun yang ada di sebelah kiri (assets), dicatat di sisi debit jika bertambah dan akun lawannya dicatat kredit; dan kelompok akun yang ada di sebelah kanan (liabilities dan owner’s equity), dicatat kredit jika bertambah dan akun lawannya dicatat debit.

Contoh:
  • Membeli bahan baku secara tunai. Bahan baku merupakan assets, jika bertambah maka dicatat di posisi debit sedangkan akun lawannya, yaitu kas dicatat kredit.
  • Menambah setoran modal. Setoran modal merupakan owner’s equity, jika bertambah maka dicatat kredit, sedangkan akun lawannya, yaitu kas dicatat debit.
Untuk kelompok akun yang ada di balance sheet, aturan untuk menentukan debit dan kredit adalah sebagai berikut:

Kelompok akun yang ada di sebelah kiri (expenses), dicatat di sisi debit jika bertambah dan akun lawannya dicatat kredit; dan kelompok akun yang ada di sebelah kanan (income), dicatat kredit jika bertambah dan akun lawannya dicatat debit.

Contoh:
  • Membayar gaji pegawai. Gaji pegawai termasuk expenses, jika bertambah akan dicatat debit, sedangkan lawannya dicatat kredit.
Kesimpulan
Untuk menentukan debit kredit dengan mudah, kita harus memahami klasifikasi akun dan akun lawan dari suatu transaksi.

Assets dan Expenses dicatat debit jika bertambah, sedangkan Liabilities, Owner’s Equity dan Income dicatat kredit jika bertambah.

Semoga bermanfaat.


Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

REKONSILIASI BANK (BANK RECONCILIATION)

Pada akhir bulan, saldo akun bank-bank yang dimiliki oleh perusahaan akan dilaporkan dalam laporan keuangan (neraca). Untuk mendapatkan saldo bank, akuntan atau departemen keuangan mencatat semua transaksi bank. Selain pencatatan yang dilakukan oleh akuntan, perusahaan juga menerima laporan transaksi bank yang dikeluarkan oleh pihak bank yang disebut rekening koran atau bank statement. Untuk memperoleh catatan yang sama antara catatan akuntansi dengan rekening koran, akuntan harus melakukan rekonsiliasi bank bank reconciliation.

Pengertian Rekonsiliasi Bank Bank Reconciliation
Rekonsiliasi bank adalah aktivitas rekonsiliasi (merinci perbedaan dan menyesuaikan perbedaan tersebut) terhadap catatan transaksi bank yang dilakukan oleh perusahaan dengan catatan pihak bank yang berupa rekening koran (bank satatement). Pada rekonsiliasi bank, akan dirinci pemasukan, pengeluaran dan transaksi lainnya yang mempengaruhi saldo bank.

Jika terdapat perbedaan antara catatan perusahaan dengan catatan di bank, akuntan akan melakukan jurnal penyesuaian berdasarkan bukti-bukti yang valid yang ada. Sebagai contoh, pada akhir periode, perusahaan biasanya belum mencatat biaya administrasi bank, pendapatan bunga, maupun pajak atas bunga yang dikenakan oleh bank.

Tujuan Rekonsiliasi Bank
Tujuan rekonsiliasi bank adalah untuk menyesuaikan atau mencocokkan antara catatan transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dengan catatan yang dilakukan oleh bank di rekening koran.

Selain untuk mencocokkan saldo bank pada akhir bulan, rekonsiliasi bank sangat berguna untuk mendeteksi kecurangan akuntansi sejak dini. Bentuk kecurangan akuntansi ini misalnya seperti transaksi fiktif, pencatatan yang tidak sesuai, dll yang dilakukan bukan untuk keperluan perusahaan.

Istilah-Istilah Dalam Rekonsiliasi Bank
Beberapa istilah dalam rekonsiliasi bank antara lain:
  • Deposit in transit. Yaitu kas dan atau cek (cheque) yang telah diterima oleh perusahaan tetapi belum didepositokan dan dicatat oleh bank. Deposit in transit ini biasanya terjadi pada akhir bulan, baik dikarenakan deposit datang terlambat ke bank karena adanya sistem cut off di bank atau pun karena perusahaan belum menyerahkan deposit tersebut ke bank.
  • Outstanding check. Yaitu cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan kepada pihak ketiga (misalnya vendor) tetapi belum dikeluarkan pada catatan bank. Hal ini dikarenakan pihak ketiga belum mencairkan cek tersebut sehingga belum dicatat oleh bank.
  • NSF (nor sufficient fund) check. Yaitu sebuah cek yang dikeluarkan perusahaan tetapi tidak diakui oleh bank dikarenakan dana yang ada di rekening bank perusahaan tidak mencukupi. Dengan demikian, NSF cek ini harus dikoreksi pada catatan perusahaan.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

GENERALLY ACCEPTED ACCOUNTING PRINCIPLES (GAAP)

Pengertian Generally Accepted Accounting Principles
Generally accepted accounting principles atau prinsip akuntansi yang berlaku umum adalah sekumpulan atau seperangkat prinsip, standar dan prosedur akuntansi yang harus dipatuhi oleh perusahaan dalam menyusun laporan keuangan.

Standar akuntansi yang terdapat di prinsip akuntansi yang berlaku umum merupakan gabungan antara standar yang ditetapkan oleh organisasi yang berwewenang dengan praktik-praktik akuntansi yang telah berlaku sejak dulu.

Tujuan utama adanya prinsip akuntansi yang berlaku umum adalah agar ada standar dalam membuat laporan keuangan sehingga laporan keuangan suatu perusahaan bisa dibandingkan dengan laporan keuangan perusahaan lain.

Tujuan penggunaan prinsip akuntansi yang berlaku umum adalah sebagai berikut:
  • Mengelola dengan benar/sesuai setiap informasi keuangan kedalam catatan akuntansi.
  • Merangkum atau meringkas catatan akuntansi kedalam laporan keuangan
  • Mengungkap atau menyajikan informasi pendukung tertentu.
GAAP vs IFRS
GAAP pada awalnya merupakan standar akuntansi yang berlaku di Amerika Serikat yang dikeluarkan oleh The Financial Accounting Standard Board (FASB) atau Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Sedangkan, International Financial Reporting Standards (IFRS) standar akuntansi yang disusun oleh International Accounting Standards Boards (IASB) yang diprakarsai oleh beberapa negara Eropa.

Pada tahun 2002, FASB dan IASB bekerjasama untuk melakukan konvergensi (penyamaan) antara GAAP dan IFRS. Hasil dari konvergensi ini, perusahaan asing yang beroperasi di AS yang menggunakan IFRS bisa digunakan tanpa perlu membuat laporan keuangan complaint.

Dari sejarah GAAP di atas, kita perlu membedakan antara GAAP dengan istilah generally accepted accounting principles. Pasalnya, GAAP adalah generally accepted accounting principles-nya Amerika Serikat yang dikeluarkan oleh FASB. Sedangkan IFRS adalah generally accepted accounting principles-nya beberapa negara Eropa yang dikeluarkan oleh IASB.
Generally accepted accounting principles di Indonesia

Di Indonesia, generally accepted accounting principles atau prinsip akuntansi yang berlaku umum dibuat oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK).

Tugas dari Dewan Standar Akuntansi Keuangan adalah sebagai berikut:
  1. Membuat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
  2. Membuat Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)
  3. Membuat Standar Akuntansi Keuangan Syariah


Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI

Akuntansi merupakan sebuah metode pencatatan keuangan bisnis yang sistematis dan komprehensif. Sebagai sebuah disiplin ilmu, akuntansi memiliki kaidah yang baku dalam mencatat dan menyajikan data keuangan. Kaidah akuntansi yang paling mendasar yang harus dipahami oleh seorang pembelajar akuntansi yaitu persamaan dasar akuntansi.

Pengertian Persamaan Akuntansi
Persamaan dasar akuntansi atau persamaan akuntansi adalah sebuah persamaan matematis yang menyatakan hubungan antara komponen-komponen dalam akuntansi yang disebut dengan akun misalnya aset (harta), liabilitas (kewajiban), ekuitas (modal).

Dalam praktiknya, akuntansi memiliki beberapa persamaan. Namun, ada satu persamaan akuntansi yang menjadi dasar sistem pencatatan akuntansi itu sendiri yaitu persamaan neraca. Persamaan neraca akuntansi ini menyatakan hubungan matematis antara aset, liabilitas dan ekuitas.

Jika dinyatakan secara matematis, persamaan neraca adalah sebagai berikut:

Aset = Liabilitas + Ekuitas ….. (Persamaan 1)

Persamaan ini menyatakan bahwa aset atau harta yang dimiliki oleh sebuah entitas akuntansi nilainya sama dengan jumlah liabilitas dan ekuitasnya.

Sebagai contoh, seorang yang membuka sebuah unit bisnis dengan modal sendiri dan pinjaman dari bank, maka dilihat dari ‘kacamata’ entitas bisnis, entitas bisnis tersebut memiliki harta atau aset yang besarnya sama dengan modal sendiri (ekuitas) ditambah dengan pinjaman dari bank (liabilitas). Dengan kata lain,

Aset yang dimiliki bisnis = Modal dari Pemiliki + Pinjaman dari Bank

Selain persamaan neraca, pada akuntansi dikenal persamaan lain yaitu persamaan laba/rugi. Pada persamaan laba/rugi dinyatakan bahwa laba atau rugi sebuah entitas bisnis besarnya sama dengan selisih antara pendapatan (income) dan beban (expense).

Jika dituliskan secara matematis, persamaan laba rugi sebagai berikut:

Laba/Rugi = Pendapatan – Beban ….. (Persamaan 2).

Jika selisih antara Pendapatan dan Beban bernilai Positif, harta yang dimiliki oleh entitas mengalami kenaikan. Kondisi seperti ini disebut dengan Laba.

Sedangkan jika selisih antara Pendapatan dan Beban bernilai negatif, harta yang dimiliki oleh entitas bisnis mengalamai penurunan dan disebut dengan kondisi Rugi.

Laba atau Rugi sebuah perusahaan ini kemudaian akan menjadi tambahan atau pengurangan nilai aset. Jika kedua persamaan di atas digabung, akan menghasilkan persamaan baru sebagai berikut:

Aset = Liabiltas + Ekuitas + Laba/Rugi … (Persamaan 3)

Sehingga, persamaannya menjadi

Aset = Liabilitas + Ekuitas + (Pendapatan – Beban) …. (Persaman 4)

Contoh Soal Persamaan Akuntansi

1. Owner atau pemilik bisnis menginvestasikan cash sebesar 10,000,000
Efek pada persamaan akuntansi:
Aset =Liabilitas +Ekuitas
Kas bertambah 10,000,000Tidak ada perubahanEkuitas bertambah 10,000,000
Aset 10,000,000 =Liabilitas 0 +Ekuitas 10,000,000

2. Membeli laptop secara cash atau tunai sebesar 3,000,000
Efek pada persamaan akuntansi adalah sebagai berikut:
Aset =LiabilitasEkuitas
Aset tetap bertambah 3,000,000
Kas berkurang 3,000
Tidak ada perubahanTidak ada perubahan
Aset:
Aset tetap 3,000,000
Kas 7,000,000
Total aset 10,000,000 =




Liabilitas 0




Ekuitas 10,000,000

3. Membeli persediaan sebesar 1,200,000 secara kredit
Efek pada persamaan akuntansi adalah sebagai berikut:
Aset =Liabilitas +Ekuitas
Pesediaan bertambah 1,200,000Utang Usaha bertambah 1,200,000Tidak ada perubahan
Aset:
Persediaan 1,200,000
Aset tetap 3,000,000
Kas 7,000,000
Total aset: 11,200,000
Liabilitas 1,200,000





Liabilitas 1,200,000 +
Ekuitas 10,000,000





Ekuitas 10,000,000

4. Menjual barang ke customer sebesar 2,000,000 dengan cara kredit dengan harga pokok penjualan (HPP) sebesar 1,200,000
Efek pada persamaan akuntansi adalah sebagai berikut:
Aset =Liabilitas +Ekuitas
Piutang Usaha bertambah 2,000,000
Persediaan berkurang 1,200,000
Tidak ada perubahanEkuitas bertambah 2,000,000 (revenue)
Ekuitas berkurang 1,200,000 (HPP)
Aset:
Kas 7,000,000
Piutang Usaha 2,000,000
Aset tetap 3,000,000
Total aset: 12,000,000
Liabilitas 1,200,000



Total liabilitas: 1,200,000
Ekuitas 10,800,000

10,000,000 + 2,000,000 – 1,200,000

Total ekuitas: 10,800,000

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Persamaan Dasar Akuntansi? Silahkan tinggalkan pesan pada kolom komentar.



Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

CHART OF ACCOUNT (COA)

Pengertian Chart of Account
Sebelum membuat laporan keuangan, kita terlebih dahulu harus mencatat semua transaksi keuangan ke dalam buku besar. Dalam melakukan pencatatan, setiap transaksi akan dicatat sesuai dengan klasifikasinya apakah termasuk kedalam aset, kewajiban, modal, biaya atau pendapatan. Bagian atau klasifikasi terkecil dari kategori-kategori inilah yang disebut dengan akun atau rekening yang disusun secara sistematis dalam chart of account.

Dengan demikian, chart of account adalah daftar akun-akun yang dibuat dan disusun secara sistematis yang digunakan dalam pencatatan transaksi pada buku besar sebuah entitas atau organisasi. Suatu akun atau rekening biasanya diberikan penomoran menggunakan angka (numerik), tapi tidak menutup kemungkinan menggunakan alfabet atau perpaduan dari keduanya.


Susunan Chart of Account

Suatu chart of account pada umumnya disusun berdasarkan urutannya pada laporan keuangan yang dimulai dari laporan neraca hingga laporan laba rugi. Sehingga, urutan yang biasanya digunakan saat menyusun chart of account yaitu:
  1. Aset
  2. Liabilitas
  3. Modal
  4. Pendapatan
  5. Beban

Contoh Chart of Account

Berikut ini adalah contoh chart of account yang disusun berdasarkan posisi akun pada laporan keuangan:


Aset:

  • Kas dan setara kas
  • Piutang usaha
  • Biaya dibayar dimuka
  • Persediaan
  • Aset tetap
  • Akumulasi penyusutan
  • Aset lain

Liabilitas:

  • Utang usaha
  • Biaya yang masih harus dibayar
  • Hutang pajak
  • Dll

Modal:

  • Cadangan umum
  • Laba ditahan

Pendapatan:

  • Pendapatan
  • Retur penjualan
  • Diskon penjualan

Beban:

  • Harga pokok penjualan
  • Biaya iklan
  • Biaya bank
  • Biaya penyusutan
  • Biaya gaji
  • Biaya sewa
  • Biaya perlengkapan
  • Biaya upah
  • Dll

Bagaimana Membuat Chart of Account Yang Baik

Pada dasarnya, penomoran akun pada chart of account bisa dilakukan dengan angka, alfabet, maupun perpaduan dari keduanya. Namun demikian, penomoran akun dengan menggunakan angka (numerik) lebih banyak dipraktikkan dibandingkan dengan menggunakan alfabet. Hal ini karena system penomoran akun dengan menggunakan angka lebih fleksibel dan mudah digaunakan dibandingkan dengan alfabet.

Dalam membuat chart of account, sebaikanya disesuaikan dengan skala atau besar kecilnya entitas atau organisasi. Semakin kecil sebuah entitas atau organisasi, chart of accountnya semakin sederhana. Sebaliknya, semakin besar sebuah entitas atau organisasi, chart of account akan semakin kompleks. Salah satu best practice (praktek atau pengalaman terbaik) dalam menyusun chart of account adalah dengan menggunakan system 3 digit, 5 digit, dan 7 digit akun.

Contoh Chart of Account Sistem 3 Digit

Berikut ini adalah contoh chart of account menggunakan system 3 digit:

Account NumberDescription
 10Cash
 20Petty cash
 30Accounts receivable
 40Reserve for bad debts
 50Marketable securities
 60Raw materials inventory
 70Work-in-process inventory
 80Finished goods inventory
 90Reserve for obsolete inventory
 100Fixed assets – Computer equipment
 110Fixed assets – Computer software
 120Fixed assets – Furniture and fixtures
 130Fixed assets – Leasehold improvements
 140Fixed assets – Machinery
 150Accumulated depreciation – computer equipment
 160Accumulated depreciation – Computer software
 170Accumulated depreciation – Furniture and fixtures
 180Accumulated depreciation – Leasehold improvements
 190Accumulated depreciation – Machinery
 200Other assets
 300Accounts payable
 310Accrued payroll liability
 320Accrued vacation liability
 330Accrued expenses liability – other
 340Unremitted sales taxes
 350Unremitted pension payments
 360Short-term notes payable
 370Other short-term liabilities
 400Long-term notes payable
 500Capital stock
 510Retained earnings
 600Revenue
 700Cost of goods sold – materials
 710Cost of goods sold – direct labor
 720Cost of goods sold – manufacturing supplies
 730Cost of goods sold – applied overhead
 800Bank charges
 805Benefits
 810Depreciation
 815Insurance
 825Office supplies
 830Salaries and wages
 835Telephones
 840Training
 845Travel and entertainment
 850Utilities
 855Other expenses
 860Interest expense
 900Extraordinary items



Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

KANTOR JASA AKUNTANSI (KJA) PEKANBARU

KANTOR JASA AKUNTANSI (KJA) PEKANBARU
PT. Ladfanid Konsultindo Batam adalah penyedia layanan jasa konsultansi manajemen lainnya seperti Akuntansi, Keuangan, Audit, Atestasi, AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar), Perpajakan, IT, Program/ Software Akuntansi & Kasir (POS), dan Manajemen Bisnis Lainnya.