Rabu, 10 Juli 2019

PENGERTIAN DIVIDEN DALAM AKUNTANSI, JENIS DAN TEORI KEBIJAKANNYA


Pengertian Dividen Adalah

Apa yang dimaksud dengan dividen? Pengertian Dividen adalah suatu bentuk pembagian keuntungan atau laba kepada para pemegang saham dalam satu periode tertentu berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Artinya, besar dividen tergantung pada besarnya saham masing-masing pemilik.

Ada juga yang mengatakan arti dividen adalah suatu pembayaran yang dilakukan kepada para pemegang saham yang berasal dari keuntungan perusahaan. Kebijakan dividen sangat berpengaruh terhadap laba dan kas dalam perusahaan dan cenderung lebih menguntungkan para pemilik saham jika tidak dikelola dengan kebijakan yang benar.

Sebuah perusahaan bisa saja tidak membagikan dividen dengan tujuan penggunaan laba untuk melakukan ekspansi atau pengembangan bisnis. Namun, pada umumnya perusahaan menerbitkan dividen untuk meningkatkan kepercayaan para pemegang saham dalam jangka panjang, serta menarik investor baru yang mencari sumber pendapatan tetap.

Pengertian Dividen Menurut Para Ahli

Beberapa ahli di bidang ilmu ekonomi akuntansi pernah menjelaskan apa arti dividen, diantaranya adalah:

1. Scott Besley dan Eugene F. Brigham
Menurut Scot Besley dan Eugene F. Brigham (2005), pengertian dividen adalah pembagian uang tunai yang dilakukan oleh para pemegang saham atas keuntungan perusahaan, baik itu laba yang didapatkan dari periode yang sedang berjalan ataupun laba dari periode sebelumnya.

2. Baridwan
Menurut Baridwan (1997), pengertian dividen adalah bagian dari laba yang dibagikan kepada para pemegang saham yang besarnya sesuai dengan jumlah lembar saham yang dimiliki oleh pemegang saham tersebut. Besar dividen yang didapatkan pemegang saham bisa mengalami perubahan dari tahun sebelum, sesuai dengan besar laba di tahun berikutnya.

3. Nikiforos K. Laopodis
Menurut Nikiforous (2013), pengertian dividen adalah pembayaran tunai yang dilakukan oleh perseroan kepada para pemegang saham. Dividen tersebut merepresentasikan pemegang saham terhadap penerimaan langsung atau tak langsung atas investasi mereka di perusahaan.

4. Jamie Pratt
Menurut Jamie Pratt (2011), pengertian dividen adalah distribusi uang tunai, properti, atau saham kepada para pemegang saham sebuah perusahaan. Dividen ini dinyatakan oleh resolusi resmi dewan direksi korporasi setiap triwulan, dan besarnya diumumkan berdasarkan basis per lembar saham.

5. Paul D. Kimmel, Jerry J. Weygandt, dan Donald E. Kieso
Menurut Paul D. Kimmel, Jerry J. Weygandt, dan Donald E. Kieso (2011), pengertian dividen adalah distribusi yang dilakukan perusahaan kepada para pemegang saham secara proporsional sesuai kepemilikan saham. Dengan kata lain, para investor hanya menerima laba sesuai dengan persentase investasinya di perusahaan tersebut.


Jenis-Jenis Dividen Dalam Bisnis


Secara umum, dividen dalam bisnis dan perusahaan dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan metode pembagiannya. Mengacu pada pengertian dividen di atas, berikut ini beberapa macam dividen dalam bisnis:

1. Dividen Tunai (Cash Dividend)
Cash Dividend adalah metode pembayaran keuntungan secara tunai dan dikenai pajak hanya pada di tahun saat pengeluarannya.

2. Dividen Saham (Stock Dividend)
Stock Dividend adalah metode pembagian dividen yang dilakukan melalui penambahan jumlah saham namun mengurangi nilai setiap saham dengan tujuan untuk tidak mengubah kapitalitas pasar.

3. Dividen Properti (Property Dividend)
Property Dividend adalah metode pembagian dividen yang dibayarkan melalui bentuk aset seperti pada bisnis properti, namun metode ini jarang digunakan dalam bisnis.

4. Dividen Interim (Interim Dividend)
Dividen interim adalah dividen yang diumumkan serta dibayarkan sebelum perusahaan selesai membukukan keuntungan tahunan.

5. Dividen Hutang (Scrip Dividen)
Scrip Dividen adalah pembagian dividen kepada para pemegang saham dalam bentuk janji tertulis dimana perusahaan akan membayarkan sejumlah kas di masa mendatang. Dividen scrip bisa berbentuk bunga atau tidak berbunga, dan bisa diperjualbelikan kepada para pemegang saham lainnya.

6. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)
Dividen Likuidasi adalah dividen yang dikeluarkan saat dewan direksi akan melakukan likuidasi bisnis dan mengembalikan semua aset bersih yang tersisa kepada para pemegang saham dalam bentuk uang tunai.

Teori Kebijakan Dividen Menurut Para Ahli


1. Teori Dividen Tidak Relevan
Menurut Modiglani dan Miller, nilai sebuah perusahaan tidak ditentukan besar kecilnya Dividend Payout Ratio, tapi ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak dan kelas resiko perusahaan.

Dengan kata lain, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari asset perusahaan adalah faktor penentu nilai perusahaan tersebut.

2. Teori The Bird in The Hand
Menurut Linter dan Gordon, ketika Dividend Payout rendah maka biaya modal sendiri perusahaan akan meningkat. Hal ini disebabkan karena investor lebih memilih dividen ketimbang capital gains.

3. Teori Perbedaan Pajak
Teori kebijakan dividen menurut Litzenberger dan Ramaswamy, pajak diberlakukan terhadap dividen dan capital gains. Namun, para investor lebih menyukai capital gains karena pemegang saham dapat menunda pembayaran pajak.

4. Teori Signaling Hypothesis
Ada bukti empiris yang menyebutkan bahwa jika ada kenaikan dividen maka akan diiringi dengan kenaikan harga saham. Begitu juga dengan sebaliknya. Ini menjadi alasan lain mengapa investor lebih suka dividen ketimbang capital gains.

5. Teori Clientele Effect
Menurut teori ini, para pemegang saham punya sudut pandang berbeda terhadap kebijakan dividen sebuah perusahaan. Dividend Payout Ratio yang tinggi lebih disukai oleh investor yang butuh penghasilan saat ini. Sedangkan investor yang tidak begitu butuh uang saat ini lebih memilih jika perusahaan menahan sebagian besar laba bersih perusahaan.

Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Resiko Bisnis


Perusahaan yang baru berkembang sangat rentan terhadap peningkatan hutang. Rasio hutang terhadap aset total perusahaan yang semakin besar menunjukkan potensi resiko yang semakin besar pula. Hal ini bisa berakibat terjadinya financial distress.

1. Dividen Menjadi Sumber Konflik
Kebijakan pembayaran dividen bisa menjadi salah satu sumber konflik antara pemberi pinjaman dengan pemegang saham dan hasilnya bisa memunculkan biaya keagenan hutang.

2. Saat Dividen Ditiadakan
Dividen yang dibatasi dalam perjanjian hutang perusahaan dapat berisiko terhadap rendahnya konversi dividen akibat perusahaan yang mengalami kesulitan sumber dana atau kas perusahaan.

Manajer perusahaan seringkali meniadakan dividen, padahal hal tersebut justru akan menjadi beban perusahaan untuk membayar lebih besar terhadap pemegang saham daripada ketika mereka membagian dividen dalam jumlah rendah.

Meniadakan dividen adalah pilihan yang buruk bagi suatu perusahaan yang kesulitan keuangan, karena para pemegang saham bisa saja merasa dirugikan dan meminta bagian lebih besar.

3. Saat Dividen Dinaikkan
Perusahaan yang menaikkan dividen untuk para investor padahal hutangnya sangat tinggi, bisa menjadi prespektif negatif bagi investor tersebut. Hal ini karena diduga dividen yang diberikan berasal dari penerbitan hutan atau dana investasi lain dengan mengabaikan kepentingan pembayaran hutang. Tentu ini membuat perusahaan rawan terhadap resiko kebangkrutan.

4. Daya Tarik Dividen
Perusahaan yang bisa memberikan dividen besar dengan tanggungan hutang yang sedikit bisa menjadi daya tarik bagi investor lain. Perusahaan akan dinilai memiliki kemampuan secara moril maupun finansial untuk mengelola perusahaan dengan benar tanpa belenggu hutang.

Bisnis atau perusahaan yang memiliki pengelolaan finansial yang baik memungkinkan profit yang lebih besar dikarenakan biaya produksi yang lebih rendah.

5. Menginvestasikan Dividen
Bisnis juga dapat berpengaruh terhadap penentuan kebijakan pembagian dividen. Profitabilitas seringkali dihasilkan dari penggunaan biaya operasi yang tetap dengan penjualan yang meningkat.

Perusahaan seringkali menginvestasikan keuntungan yang didapatkan untuk lebih meningkatkan laba di masa depan. Padahal ini menyebabkan berkurangnya dana perusahaan sehingga investor mendapatkan dividen rendah.

Dilema kebijakan dividen seringkali menjadi kendala bagi para pimpinan perusahaan. Dividen tidak dapat diputuskan hanya dari keuangan perusahaan saja, namun juga harus memperhatikan resiko yang bisa ditimbulkan.

Di atas tadi adalah penjelasan singkat mengenai pengertian dividen dalam akuntansi, jenis-jenis, dan teori kebijakannya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

Senin, 08 Juli 2019

PENGERTIAN EKUITAS: JENIS-JENIS, DAN CONTOH EKUITAS DALAM AKUNTANSI

Pengertian Ekuitas Adalah

Apa yang dimaksud dengan ekuitas (equity)? Secara umum, pengertian ekuitasadalah besarnya hak residual atau kepentingan pemilik entitas terhadap aset entitas tersebut setelah dikurangi semua kewajiban dalam neraca.

Arti ekuitas dapat juga didefinisikan sebagai modal atau kekayaan suatu entitas, yaitu selisih jumlah aktiva (aset) dikurangi dengan pasiva (kewajiban). Jadi, pada prinsipnya ekuitas adalah kekayaan bersih yang berasal dari investasi pemilik dan juga dari hasil kegiatan usaha perusahaannya.

Menurut PSAK (2002) pasal 49, pengertian ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Dengan kata lain, ekuitas adalah suatu perkiraan yang mencerminkan porsi hak atau kepentingan pemilik perusahaan terhadap harta perusahaan tersebut.

Jenis-Jenis Ekuitas

Pada suatu entitas yang berbentuk perseroan, terdapat lima jenis ekuitas. Mengacu pada pengertian ekuitas, adapun jenis-jenis ekuitas adalah sebagai berikut:

1. Akun Penambah Ekuitas
Akun penambah ekuitas dapat dibagi 2 macam, yaitu Laba Ditahan dan Modal Disetor. Kedua akun ini nantinya akan dijelaskan pada laporan perubahan ekuitas dan merupakan unsur penambah ekuitas.

2. Modal Disetor
Modal disetor adalah besarnya uang yang disetorkan oleh pemegang saham. Modal disetor dapat kelompokkan menjadi dua, yaitu:
  • Modal Saham, yaitu jumlah nominal saham yang beredar.
  • Agio/ Disagio Saham, yaitu selisih antara setoran pemegang saham dengan jumlah nominal saham. Agio merupakan selisih di atas nominal, sedangkan Disagio merupakan selisih di bawah nominal.
3. Pendapatan
Pendapat (revenues) adalah laba suatu entitas yang memberikan penambahan nilai perusahaan pada periode pencatatan. Dalam hal ini pendapatan adalah laba ditahan yang dipakai untuk melakukan ekspansi entitas sehingga dapat memperbesar aset entitas tersebut.

4. Akun Pengurang Ekuitas
Ini adalah kebalikan dari akun penambah ekuitas. Terdapat dua akun pengurang ekuitas, yaitu pengambilan pribadi dan biaya. Kedua akun pengurang ini akan dinyatakan sebagai pengurang ekuitas dengan saldo nominal di bagian debit pada laporan.

5. Pengambilan Pribadi
Ini adalah pengambilan modal yang dilakukan oleh pemilik. Jika perusahaan sudah berbentuk perseroan, maka pengambilan pribadi (prive) hanya dapat dilakukan bila disetujui oleh dewan komisaris.

6. Beban/ Pengeluaran
Beban/ pengeluaran adalah semua biaya yang dikeluarkan oleh entitas untuk kegiatan operasionalnya dalam menghasilkan barang atau jasa. Pada laporan ekuitas beban dan pendapatan tidak tercantumkan secara langsung, namun dalam bentuk laba atau rugi.

Contoh Ekuitas dalam Akuntansi

Sebagai contoh, kita dapat melihat beberapa ekuitas yang terdapat pada suatu entitas berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Adapun beberapa contoh ekuitas adalah sebagai berikut:
  1. Modal Perseroan Terbatas yang terdiri atas saham.
  2. Saham yang terdiri dari; Saham Preferen, Saham Biasa, dan Akun Tambahan Modal Disetor.
  3. Modal yang berasal dari sumbangan (donated capital) dapat dilaporkan sebagai bagian dari tambahan modal disetor.
  4. Premium (agio) atau discount (disagio) dari penjualan saham, baik saham biasa maupun saham preferen.
  5. Selisih penilaian kembali aktiva tetap, untuk perusahaan yang melakukan revaluasi aktiva tetap berdaarkan peraturan pemerintah.
  6. Retained Earnings (laba ditahan/ sisa laba tahun sebelumnya) atau Deficit/ Accumulated Losses (sisa rugi tahun sebelumnya).
Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

PENGERTIAN KAS: KARAKTERISTIK, DAN JENIS-JENIS KAS DALAM AKUNTANSI


Pengertian Kas Adalah

Apa yang dimaksud dengan kas (cash)? Dalam bidang akuntansi, pengertian kasadalah harta kekayaan perusahaan yang sifatnya sangat likuid dan berjangka pendek yang dapat dipergunakan dengan bebas untuk kegiatan operasional perusahaan.

Pendapat lain mengatakan definisi kas adalah aktiva perusahaan yang berbentuk uang tunai (uang kertas, uang logam, wesel, cek, dan lainnya) yang dipegang oleh perusahaan tersebut ataupun disimpan di Bank dan dapat digunakan untuk kegiatan umum perusahaan.

Di dalam dunia bisnis, besarnya kas suatu organisasi menjadi salah satu indikator kinerja organisasi tersebut. Dengan kata lain, semakin besar nilai kas suatu perusahaan maka kinerja perusahaan tersebut dianggap semakin baik.

Pengertian Kas Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa itu kas, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli berikut ini:

1. Rizal Effendi
Menurut Rizal Effendi (2013:191), pengertian kas adalah segala sesuatu (baik yang berbentuk uang atau bukan) yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran atau alat pelunasan kewajiban.

Beberapa yang termasuk kas adalah rekening giro di bank (cash in bank), dan uang kas yang ada diperusahaan (cash on hand). Kas dalam perusahaan merupakan harta yang paling lancar, sehingga dalam neraca ditempatkan paling atas dalam kelompok paling atas.

2. Dwi Martani
Menurut Dwi Martani (2012:180), pengertian kas adalah aset keuangan yang paling likuid yang dipergunakan untuk kegiatan operasional perusahaan dan membayar kewajiban perusahaan.

3. Thomas Sumarsan
Menurut Thomas Sumarsan (2013:1), kas adalah aset lancar yang sifatnya sangat likuid dan dapat digunakan secara langsung untuk keperluan operasional perusahaan.

4. Rudianto
Menurut Rudianto (2012:188), pengertian kas adalah suatu alat pertukaran yang dimiliki oleh perusahaan dan siap untuk digunakan dalam transaksi perusahaan setiap kali diperlukan.

5. Dwi Martani dkk
Menurut Dwi Martani dkk (2012:180), definisi kas adalah aset keuangan perusahaan yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan tersebut. Kas adalah alat pembayaran yang dapat digunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan entitas.

Karakteristik Kas



Di dalam akuntansi, kas merupakan aktiva lancar yang sifatnya paling likuid karena sering mengalami mutasi. Kas memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dengan aset lain di perusahaan.

Adapun beberapa karakteristik kas adalah sebagai berikut:
  • Kas merupakan aset perusahaan yang paling likuid.
  • Kas dapat digunakan sebagai standar pertukaran yang paling umum.
  • Kas dapat digunakan sebagagi basis perhitungan dan pengukuran.
Jenis-Jenis Kas


Kas di dalam perusahaan dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan peruntukkannya. Adapun beberapa jenis kas di dalam perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Petty Cash (Kas Kecil)
Petty cash adalah kas dalam bentuk uang tunai yang disiapkan oleh perusahaan untuk membayar berbagai pengeluaran yang nilainya relatif kecil dan tidak ekonomis bila membayarnya dengan cek.

2. Kas di Bank
Kas di Bank adalah uang yang disimpan oleh perusahaan di rekening Bank tertentu yang jumlahnya relatif besar dan membutuhkan keamanan yang lebih baik. Dalam hal ini, kas di Bank selalu berhubungan dengan rekening koran perusahaan di Bank tersebut.

3. Pelaporan Kas
Pelaporan kas dapat dilakukan secara langsung. Namun, pada pelaksanaanya dapat terjadi beberapa masalah, diantaranya:
  • Cash Equivalents; disebut juga dengan setara kas, yaitu kelompok aset perusahaan yang jangka waktunya kurang dari tiga bulan.
  • Restricted Cash; kas yang dipisahkan khusus untuk membayar kewajiban di masa mendatang yang nilainya cukup besar.
  • Bank Overdrafts: rekening negatif yang terjadi karena nasabah menulis cek yang melebihi jumlah dana yang ada di rekeningnya dan dianggap sebagai utang sehingga dapat dilaporkan sebagai suatu ekspansi kredit.
Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

Rabu, 26 Juni 2019

SIKLUS AKUNTANSI

Akuntansi merupakan sistem pencatatan transaksi keuangan bisnis secara sistematis dan komprehensif. Untuk menghasilkan output akuntansi, yaitu laporan keuangan, akuntansi melewati tahapan-tahapan proses yang sistematis. Tahapan-tahapan aktivitas atau kegiatan dalam akuntansi ini dikenal dengan istilah siklus akuntansi, yang akan menjadi pokok bahasan pada tulisan ini.

Pengertian Siklus Akuntansi
Siklus akuntansi adalah kumpulan proses pencatatan dan pemrosesan kejadian akuntansi (accounting events) di suatu perusahaan.

Siklus akuntansi merupakan urutan kegiatan yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mencatat transaksi keuangan suatu bisnis. Transaksi-transaksi keuangan tersebut nantinya akan dirangkum di setiap akhir periode laporan ke dalam laporan keuangan. Siklus akuntansi dikenal juga dengan istilah siklus pembukuan (bookkeeping cycle).

10 Tahapan dalam Siklus Akuntansi
Tahapan-tahapan atau proses dalam siklus akuntansi adalah sebagai berikut:

1. Identifikasi kejadian yang menyebabkan transaksi. Contoh kejadian yang menyebabkan terjadinya transaksi antara lain:
  • membeli bahan baku
  • membeli assets
  • membayar gaji kepada karyawan
  • menjual barang atau jasa, dll.
2. Persiapkan dokumen bisnis yang berkaitan dengan transkasi. Setelah mengidentifikasi transaksi, siapkan dokumen yang berhubungan dengan transaksi tersebut. Semua transaksi harus dilengkapi dengan dokumen. Dokumen-dokumen yang terkait dengan transaksi antara lain:
  • invoice dari supplier
  • invoice untuk customer
  • dokumen penerimaan kas
  • voucher petty cash
  • dokumen pajak, dll
3. Identifikasi akun-akun apa saja yang akan terpengaruh oleh transaksi. Sebagaimana diketahui, sistem akuntansi modern menggunakan sistem double entry. Sehingga, setiap satu transaksi akan berpengaruh paling tidak ke dua akun. Untuk itu, setiap transaksi yang terjadi harus diidentifikasi akun-akun apa saja yang akan terpengaruh.

4. Pencatatan transaksi ke akun-akun yang sesuai atau disebut juga dengan aktivitas posting ke buku besar. Setelah mengidentifikasi akun-akun yang terpengaruh oleh transaksi, langkah selanjutnya adalah mencatat transaksi ke buku besar. Penggunaan sistem komputer seperti software akuntansi maupun ERP semakin membantu mempermudah aktivitas ini.

5. Pembuatan trial balance sebelum penyesuaian (preliminary trial balance). Setelah semua transaksi dicatat, siapkan trial balance sebelum penyesuaian. Trial balance ini bertujuan untuk menganalisa dan mengidentifikasi apakah terjadi kesalahan pada saat melakukan pencatatan, untuk dilakukan koreksi atau pembetulan. Kesalahan-kesalah yang terjadi antara lain seperti salah akun, salah jumlah, dll.

6. Pencatatan jurnal penyesuaian (adjustment journal).

7. Pembuatan trial balance setelah penyesuaian (adjusted trail balance).

8. Pembuatan laporan keuangan. Dijelaskan lebih lanjut.

9. Melakukan closing books untuk periode pelaporan.

10. Pembuatan dan review trial balance setelah closing.


Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

DOUBLE ENTRY SYSTEM

Double entry system atau sistem double entry merupakan sistem pencatatan akuntansiyang berlaku saat ini. Double entry system ini ssat ini menjadi dasar aktivitas pembukuan akuntansi. Pembahasan sistem double entry sangat erat kaitannya serta tidak bisa dipisahkan dengan istilah debit dan credit pada akuntansi.

Pengertian Double Entry System
Double entry system adalah sistem pencatatan akuntansi dimana setiap satu transaksi keuangan memiliki dua efek sekaligus, yaitu debit di satu sisi dan credit di sisi lain. Dalam sistem double entry, jumlah total debit harus selalu sama dengan jumlah total credit. Pada sistem double entry ini, setiap transaksi akan berpengaruh terhadap minimal dua akun atau bahkan lebih.

Sistem double entry ini merupakan kebalikan dari sistem single entry dimana setiap transaksi hanya dicatat satu kali dan hanya memiliki satu efek saja.

Sebagai contoh, pada sistem double entry, saat terjadi transaksi pembelian persediaan atau inventory secara tunai (dengan uang kas), transaksi tersebut akan memiliki dua pengaruh yaitu sebagai berikut:
  • Persediaan atau inventory bertambah atau debit
  • Uang kas berkurang atau kredit
Perlu dicatat bahwa debit tidak sama artinya dengan bertambah, pun demikian dengan credit tidak selalu berarti berkurang.

Debit vs Credit
Untuk lebih memahami pengertian double entry system, kita terlebih dahulu harus memahami istilah debit dan credit, yaitu sebagai berikut:
  • Debit yaitu pencatatan akuntansi saat terjadi kondisi dimana aset dan biaya mengalamai peningkatan (bertambah), atau saat liability (utang) dan equity (modal) mengalami penurunan (berkurang). Dalam akuntansi, debit berada di sisi sebelah kiri.
  • Credit yaitu penctatan akuntansi saat terjadi kondisi dimana liability dan equity mengalami peningkatan (bertambah), atau aset dan biaya mengalami penurunan (berkurang). Credit merupakan kebalikan dari debit, dan berada di sisi sebelah kanan.
Posisi Normal Akun Ditinjau Dari Debit dan Credit
Berdasarkan pengertian debit dan credit di atas, setiap akun dalam akuntansi memiliki satu posisi normal, baik itu debit maupun credit. Posisi normal yaitu posisi pencatatan transaksi yang wajar.
  • Sebagai contoh, aset dan biaya merupakan kelompok akun yang memiliki posisi saldo normal debit. Artinya, setiap akun pada kelompok akun tersebut bertambah, maka akan dicatat sebagai debit.
  • Sedangkan, liability dan equity adalah kelompok akun yang memiliki posisi saldo normal credit. Artinya, setiap akun tersebut mengalami peningkatan (bertambah), maka akan dicatat sebagai credit.
Sebagai contoh, posisi normal akun adalah sebagai berikut:
  • Cash atau bank posisi normal berada di debit.
  • Fixed assets posisi nomal berada di debit.
  • Inventory posisi normal berada di debit.
  • Account Payable (Utang Usaha) posisi normal berada di credit.
  • Account Receivable (Piutang Usaha) posisi normal berada di debit.
  • Modal posisi normal berada di credit.
  • Gaji posisi normal berada di debit.
  • Biaya Sewa posisi normal berada di credit.
  • Dll
Contoh Double Entry System
Untuk lebih memahami double entry system, berkut kami sajikan contoh pencatatan akuntansi dengan menggunakan double entry system sbb:

Pembelian Inventory dengan uang tunai atau cash
  • Inventory –> bertambah –> Debit
  • Kas –> berkurang –> Credit.
Pembelian Inventory dengan non-tunai atau cara credit
  • Inventory –> (assets) bertambah –> Debit
  • Account Payable (Utang Usaha) –> (liability) bertambah –> Credit
Pembelian fixed assets berupa mesin dengan cara credit ke vendor
  • Fixed assets –> (assets) bertambah –> Debit
  • Account Payable –> (liability) bertambah –> Credit
Pemilik usaha menyetor modal berupa uang tunai
  • Cash –> (assets) bertambah –> Debit
  • Modal –> (equity) bertambah –> Credit
Membayar gaji karyawan
  • Gaji –> (biaya) bertambah –> Debit
  • Cash –> (assets) berkurang –> Credit

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

MEMAHAMI CASH BASIS VS ACCRUAL BASIS

Cash Basis vs Accrual Basis
Akuntansi merupakan proses pencatatan transaksi keuangan, yaitu perjanjian dua pihak dimana salah satu pihak menjual barang atau jasa, dan pihak lain membeli barang atau jasa tersebut. Sebuah transaksi harus memenuhi syarat memiliki dampak keuangan yang biasanya berupa aliran kas, baik saat ini maupun yang akan datang.

Berdasarkan waktu pencatatan transaksi, pada akuntansi dikenal dua metode pencatatan akuntansi yaitu secara cash basis dan accrual basis. Tulisan ini akan membahas perbedaan mendasar antara cash basis vs accrual basis.

Pengertian Cash Basis vs Accrual Basis
Berdasarkan waktu pencatatan transaksi, pada akuntansi dikenal metode cash basis dan accrual basis. Untuk memahami keduanya, kita harus memahami kedua istilah tersebut yaitu sebagai berikut:
  • Cash basis adalah proses pencatatan transaksi akuntansi dimana transaksi dicatat pada saat menerima kas atau pada saat mengeluarkan kas. Pada cash basis, pendapatan dicatat pada saat menerima kas, sedangkan biaya dicatat pada saat mengeluarkan kas. Sebagai contoh, pada metode cash basis ini, pendapatan belum dicatat meskipun barang atau jasa sudah diberikan kepada customer atau pelanggan. Pendapatan baru akan dicatat pada saat pembeli atau pelanggan membayar sejumlah uang atau kas kepada pembeli. Pada praktik akuntansi dewasa ini, metode cash basis jarang digunakan.
  • Accrual basis adalah proses pencatatan transaksi akuntansi dimana transaksi dicatat pada saat terjadi, meskipun belum menerima ataupun mengeluarkan kas. Pada accrual basis, pendapatan dicatat pada saat terjadi penjualan meskipun kas belum diterima, sedangkan biaya dicatat pada saat biaya tersebut dipakai atau digunakan, meskipun belum mengeluarkan kas. Dengan demikian, pada metode accrual basis pendapatan dicatat pada saat terjadi penjualan, meskipun kas belum diterima.
Perlu dicatat bahwa secara agregat atau keseluruhan, jumlah pencatatan akuntansi baik dengan metode cash basis maupun accrual basis akan menghasilkan angka yang sama. Perbedaan keduanya hanya pada waktu pencatatan transaksi.

Contoh Cash Basis dan Accrual Basis
Untuk lebih mudah memahami cash basis vs accrual basis, berikut kami sajikan contoh sederhana metode pencatatan cash basis dan accrual basis.

PT Javafood menjual barang berupa mie instant dan mengirimkannya kepada pelanggannya, PT Sukamamur pada tanggal 3 Juni 2016 senilai Rp 3.600.000. PT Sukamakmur membayar pembelian mie instant tersebut pada PT Javafood dua minggu kemudian, yaitu pada tanggal 17 Juni 2016. Bagaimana pencatatannya secara cash basis dan accrual basis?
  • Pada metode cash basis, pengiriman mie instant kepada PT Sukamakmur pada tanggal 3 Juni 2016 belum dicatat sebagai pendapatan. Pendapatan dicatat pada tanggal 17 Juni 2016 setelah menerima kas dari PT Sukamakmur.
  • Sedangkan pada metode accrual basis. pendapatan dicatat pada tanggal 3 Juni 2016 begitu terjadi penjualan.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

DEFINISI TRANSAKSI AKUNTANSI DAN CONTOHNYA

Transaksi Akuntansi
Transaksi akuntansi merupakan trigger atau pemicu dilakukannya pencatatan akuntansi. Dengan kata lain, pencatatan akuntansi hanya dilakukan jika dan hanya jika ada transaksi akuntansi yang terjadi pada bisnis. Sebaliknya, jika tidak ada transaksi, maka tidak ada pencatatan akuntansi. Selanjutnya, transaksi-transaksi tersebut kemudian akan dilakukan pencatatan dalam bentuk journal entry. Pada tulisan ini, kami akan membahas definisi transaksi akuntansi serta contoh-contoh umum transaksi yang sering terjadi di bisnis.

Definisi Transaksi Akuntansi
Transaksi akuntansi yaitu kesepakatan atau perjanjian dua pihak dimana salah satu pihak menjual barang atau jasa, dan pihak lain membeli barang atau jasa tersebut. Sebuah transaksi akuntansi harus memenuhi syarat memiliki dampak keuangan baik di masa sekarang maupun yang akan datang. Karena memilik dampak keuangan, sebuah transaksi harus bisa diukur atau dinyatakan nilainya dalam bentuk uang. Karena bisa diukur nilainya dengan uang, transaksi akuntansi bisa disebut juga dengan transaksi keuangan bisnis.

Contoh Transaksi Umum Yang Terjadi Di Bisnis
Beberapa contoh transaksi umum yang terjadi pada bisnis adalah sebagai berikut:
  • Membeli bahan baku secara tunai ke pemasok
  • Membeli bahan baku secara kredit ke pemasok
  • Menjual barang secara tunai ke pelanggan
  • Menjual barang secara kredit ke pelanggan
  • Melakukan pembelian fixed assets
  • Melakukan penjualan fixed assets kepada pihak lain
  • Mencatat depresiasi atau penyusutan fixed assets
  • Membayar gaji karyawan
  • Mencatat biaya pemakaian listrik, air dan telepon
  • Membeli perlengkapan kantor
  • Menyewa gedung, kantor ataupun gudang
  • Menyewa mobil operasional
  • Meembayar pajak kepada pemerintah
  • Membayar jaminan sosial tenaga kerja
  • Membayar uang lembur karyawan
  • Mengikutsertakan karyawan perusahaan pada program asuransi kesehatan
  • Memberikan donasi atau sumbangan
Transaksi-transaksi keuangan yang terjadi pada bisnis, selanjutnya akan dilakukan pencatatan dalam bentuk journal entry menggunakan sistem double entry, dimana setiap transaksi akan mempengaruhi setidaknya dua akun yang dinyatakan dalam debit dan credit.

Setiap pencatatan transaksi keuangan harus memenuhi persamaan akuntansi dan pada akhir periode akuntansi, jumlah total debit sama dengan jumlah total credit yang disebut sebagai posisi yang balance.


Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

CARA MUDAH MENENTUKAN DEBIT KREDIT PADA PEMBUKUAN AKUNTANSI

Cara Menentukan Debit Kredit
Istilah debit kredit merupakan ciri khas sistem akuntansi double entry yang membedakan dengan sistem single entry. Bagi Anda yang pernah mempelajari akuntansi, pasti pernah mengalami kebingungan dalam menentukan debit kredit saat akan melakukan entri jurnal. Kebingungan tentang debit dan kredit ini dibahas secara panjang lebar di Quora. Pada tulisan ini, saya akan membahas bagaimana cara mudah menentukan debit kredit.

Pengertian Debit Kredit

Debit yaitu pencatatan akuntansi saat terjadi kondisi dimana aset dan biaya mengalamai peningkatan (bertambah), atau saat liability (utang) dan equity (modal) mengalami penurunan (berkurang). Pada akuntansi, debit lazim berada di sisi sebelah kiri.
Kredit yaitu pencatatan akuntansi saat terjadi kondisi dimana liability dan equity mengalami peningkatan (bertambah), atau aset dan biaya mengalami penurunan (berkurang). Kredit merupakan kebalikan dari debit, dan berada di sisi sebelah kanan.

Apa Makna Debit Kredit Dalam Akuntansi?

Ditinjau dari sisi makna, istilah debit kredit sebenarnya tidak memiliki arti apa-apa pada akuntansi. Kesalahpahaman yang sering terjadi terutama pada orang yang baru mempelajari akuntansi adalah debit berarti “bertambah” sedangkan kredit “berarti” berkurang. Definisi tersebut memang benar pada sebagian komponen akun dalam akuntansi yaitu assets dan expenses. Akan tetapi pada komponen lain seperti liability, owner’s equity dan income definisi tersebut jelas tidak tepat.

Sehingga, debit dan kredit tidak bisa diartikan atau dimaknai hanya dengan bertambah dan berkurang, karena kondisinya berbeda untuk masing-masing kelompok akun. Kesimpulan berdasarkan yang saya baca dari beberapa sumber adalah bahwa debit dan kredit tidak memiliki arti apa-apa, selain posisi pencatatan suatu akun apakah ia berada di sisi debit atau di sisi kredit, berdasarkan karakteristik masing-masing akun tersebut.

Debit Kredit dalam Transaksi Umum Yang Sering Terjadi

Berikut ini adalah contoh posisi debit dan kredit pada transaksi umum yang sering terjadi pada bisnis:
  • Menjual barang dagang secara tunai kepada pelanggan. Debit: Kas. Kredit: Pendapatan.
  • Menjual barang dagang secara kredit kepada pelanggan. Debit: Piutang Dagang. Kredit: Pendapatan.
  • Membeli perlengkapan secara tunai kepada supplier. Debit: Perlengkapan. Kredit: Kas.
  • Membeli perlengkapan secara kredit kepada supplier. Debit: Perlengkapan. Kredit: Utang Dagang.
  • Menerima kas atas pelunasan piutang usaha oleh pelanggan. Debit: Kas. Kredit: Piutang Dagang.
  • Membeli fixed assets secara kredit kepada supplier. Debit: Foxed Assets. Kredit: Utang Dagang.
  • Pembeiian inventory secara tunai kepada supplier. Debit: Inventory. Kredit: Kas.
  • Pembelian inventory secara kredit kepada supplier. Debit: Inventory. Kredit: Utang Dagang.
  • Membayar gaji karyawan. Debit: Salary expenses. Kredit: Kas.
Cara Mudah Menentukan Debit Kredit

Untuk menentukan debit dan kredit dengan mudah, kita harus memahami terlebih dahulu dua hal berikut:

Kelompok atau Klasifikasi Akun
  1. Assets
  2. Liabilities
  3. Owner’s Equity
  4. Income
  5. Expenses
Kelompok akun 1, 2, dan 3 merupakan akun yang terdapat di laporan keuangan balance sheet. Sedangkan, kelompok akun 4 dan 5 adalah kelompok akun yang terdapat di laporan keuangan income statement.

Akun Lawan

Yaitu akan lawan dari suatu transaksi, dimana setiap transaksi akan mempengaruhi sedikitnya 2 akun. Sebagai contoh, pada transaksi pembelian mesin secara kredit, akun yang terpengaruh adalah mesin (fixed assets), sedangkan lawannya adalah utang usaha (membeli secara kredit).

Untuk kelompok akun yang ada di balance sheet, aturan untuk menentukan debit dan kredit adalah sebagai berikut:

Kelompok akun yang ada di sebelah kiri (assets), dicatat di sisi debit jika bertambah dan akun lawannya dicatat kredit; dan kelompok akun yang ada di sebelah kanan (liabilities dan owner’s equity), dicatat kredit jika bertambah dan akun lawannya dicatat debit.

Contoh:
  • Membeli bahan baku secara tunai. Bahan baku merupakan assets, jika bertambah maka dicatat di posisi debit sedangkan akun lawannya, yaitu kas dicatat kredit.
  • Menambah setoran modal. Setoran modal merupakan owner’s equity, jika bertambah maka dicatat kredit, sedangkan akun lawannya, yaitu kas dicatat debit.
Untuk kelompok akun yang ada di balance sheet, aturan untuk menentukan debit dan kredit adalah sebagai berikut:

Kelompok akun yang ada di sebelah kiri (expenses), dicatat di sisi debit jika bertambah dan akun lawannya dicatat kredit; dan kelompok akun yang ada di sebelah kanan (income), dicatat kredit jika bertambah dan akun lawannya dicatat debit.

Contoh:
  • Membayar gaji pegawai. Gaji pegawai termasuk expenses, jika bertambah akan dicatat debit, sedangkan lawannya dicatat kredit.
Kesimpulan
Untuk menentukan debit kredit dengan mudah, kita harus memahami klasifikasi akun dan akun lawan dari suatu transaksi.

Assets dan Expenses dicatat debit jika bertambah, sedangkan Liabilities, Owner’s Equity dan Income dicatat kredit jika bertambah.

Semoga bermanfaat.


Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

REKONSILIASI BANK (BANK RECONCILIATION)

Pada akhir bulan, saldo akun bank-bank yang dimiliki oleh perusahaan akan dilaporkan dalam laporan keuangan (neraca). Untuk mendapatkan saldo bank, akuntan atau departemen keuangan mencatat semua transaksi bank. Selain pencatatan yang dilakukan oleh akuntan, perusahaan juga menerima laporan transaksi bank yang dikeluarkan oleh pihak bank yang disebut rekening koran atau bank statement. Untuk memperoleh catatan yang sama antara catatan akuntansi dengan rekening koran, akuntan harus melakukan rekonsiliasi bank bank reconciliation.

Pengertian Rekonsiliasi Bank Bank Reconciliation
Rekonsiliasi bank adalah aktivitas rekonsiliasi (merinci perbedaan dan menyesuaikan perbedaan tersebut) terhadap catatan transaksi bank yang dilakukan oleh perusahaan dengan catatan pihak bank yang berupa rekening koran (bank satatement). Pada rekonsiliasi bank, akan dirinci pemasukan, pengeluaran dan transaksi lainnya yang mempengaruhi saldo bank.

Jika terdapat perbedaan antara catatan perusahaan dengan catatan di bank, akuntan akan melakukan jurnal penyesuaian berdasarkan bukti-bukti yang valid yang ada. Sebagai contoh, pada akhir periode, perusahaan biasanya belum mencatat biaya administrasi bank, pendapatan bunga, maupun pajak atas bunga yang dikenakan oleh bank.

Tujuan Rekonsiliasi Bank
Tujuan rekonsiliasi bank adalah untuk menyesuaikan atau mencocokkan antara catatan transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dengan catatan yang dilakukan oleh bank di rekening koran.

Selain untuk mencocokkan saldo bank pada akhir bulan, rekonsiliasi bank sangat berguna untuk mendeteksi kecurangan akuntansi sejak dini. Bentuk kecurangan akuntansi ini misalnya seperti transaksi fiktif, pencatatan yang tidak sesuai, dll yang dilakukan bukan untuk keperluan perusahaan.

Istilah-Istilah Dalam Rekonsiliasi Bank
Beberapa istilah dalam rekonsiliasi bank antara lain:
  • Deposit in transit. Yaitu kas dan atau cek (cheque) yang telah diterima oleh perusahaan tetapi belum didepositokan dan dicatat oleh bank. Deposit in transit ini biasanya terjadi pada akhir bulan, baik dikarenakan deposit datang terlambat ke bank karena adanya sistem cut off di bank atau pun karena perusahaan belum menyerahkan deposit tersebut ke bank.
  • Outstanding check. Yaitu cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan kepada pihak ketiga (misalnya vendor) tetapi belum dikeluarkan pada catatan bank. Hal ini dikarenakan pihak ketiga belum mencairkan cek tersebut sehingga belum dicatat oleh bank.
  • NSF (nor sufficient fund) check. Yaitu sebuah cek yang dikeluarkan perusahaan tetapi tidak diakui oleh bank dikarenakan dana yang ada di rekening bank perusahaan tidak mencukupi. Dengan demikian, NSF cek ini harus dikoreksi pada catatan perusahaan.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

GENERALLY ACCEPTED ACCOUNTING PRINCIPLES (GAAP)

Pengertian Generally Accepted Accounting Principles
Generally accepted accounting principles atau prinsip akuntansi yang berlaku umum adalah sekumpulan atau seperangkat prinsip, standar dan prosedur akuntansi yang harus dipatuhi oleh perusahaan dalam menyusun laporan keuangan.

Standar akuntansi yang terdapat di prinsip akuntansi yang berlaku umum merupakan gabungan antara standar yang ditetapkan oleh organisasi yang berwewenang dengan praktik-praktik akuntansi yang telah berlaku sejak dulu.

Tujuan utama adanya prinsip akuntansi yang berlaku umum adalah agar ada standar dalam membuat laporan keuangan sehingga laporan keuangan suatu perusahaan bisa dibandingkan dengan laporan keuangan perusahaan lain.

Tujuan penggunaan prinsip akuntansi yang berlaku umum adalah sebagai berikut:
  • Mengelola dengan benar/sesuai setiap informasi keuangan kedalam catatan akuntansi.
  • Merangkum atau meringkas catatan akuntansi kedalam laporan keuangan
  • Mengungkap atau menyajikan informasi pendukung tertentu.
GAAP vs IFRS
GAAP pada awalnya merupakan standar akuntansi yang berlaku di Amerika Serikat yang dikeluarkan oleh The Financial Accounting Standard Board (FASB) atau Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Sedangkan, International Financial Reporting Standards (IFRS) standar akuntansi yang disusun oleh International Accounting Standards Boards (IASB) yang diprakarsai oleh beberapa negara Eropa.

Pada tahun 2002, FASB dan IASB bekerjasama untuk melakukan konvergensi (penyamaan) antara GAAP dan IFRS. Hasil dari konvergensi ini, perusahaan asing yang beroperasi di AS yang menggunakan IFRS bisa digunakan tanpa perlu membuat laporan keuangan complaint.

Dari sejarah GAAP di atas, kita perlu membedakan antara GAAP dengan istilah generally accepted accounting principles. Pasalnya, GAAP adalah generally accepted accounting principles-nya Amerika Serikat yang dikeluarkan oleh FASB. Sedangkan IFRS adalah generally accepted accounting principles-nya beberapa negara Eropa yang dikeluarkan oleh IASB.
Generally accepted accounting principles di Indonesia

Di Indonesia, generally accepted accounting principles atau prinsip akuntansi yang berlaku umum dibuat oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK).

Tugas dari Dewan Standar Akuntansi Keuangan adalah sebagai berikut:
  1. Membuat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
  2. Membuat Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)
  3. Membuat Standar Akuntansi Keuangan Syariah


Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI

Akuntansi merupakan sebuah metode pencatatan keuangan bisnis yang sistematis dan komprehensif. Sebagai sebuah disiplin ilmu, akuntansi memiliki kaidah yang baku dalam mencatat dan menyajikan data keuangan. Kaidah akuntansi yang paling mendasar yang harus dipahami oleh seorang pembelajar akuntansi yaitu persamaan dasar akuntansi.

Pengertian Persamaan Akuntansi
Persamaan dasar akuntansi atau persamaan akuntansi adalah sebuah persamaan matematis yang menyatakan hubungan antara komponen-komponen dalam akuntansi yang disebut dengan akun misalnya aset (harta), liabilitas (kewajiban), ekuitas (modal).

Dalam praktiknya, akuntansi memiliki beberapa persamaan. Namun, ada satu persamaan akuntansi yang menjadi dasar sistem pencatatan akuntansi itu sendiri yaitu persamaan neraca. Persamaan neraca akuntansi ini menyatakan hubungan matematis antara aset, liabilitas dan ekuitas.

Jika dinyatakan secara matematis, persamaan neraca adalah sebagai berikut:

Aset = Liabilitas + Ekuitas ….. (Persamaan 1)

Persamaan ini menyatakan bahwa aset atau harta yang dimiliki oleh sebuah entitas akuntansi nilainya sama dengan jumlah liabilitas dan ekuitasnya.

Sebagai contoh, seorang yang membuka sebuah unit bisnis dengan modal sendiri dan pinjaman dari bank, maka dilihat dari ‘kacamata’ entitas bisnis, entitas bisnis tersebut memiliki harta atau aset yang besarnya sama dengan modal sendiri (ekuitas) ditambah dengan pinjaman dari bank (liabilitas). Dengan kata lain,

Aset yang dimiliki bisnis = Modal dari Pemiliki + Pinjaman dari Bank

Selain persamaan neraca, pada akuntansi dikenal persamaan lain yaitu persamaan laba/rugi. Pada persamaan laba/rugi dinyatakan bahwa laba atau rugi sebuah entitas bisnis besarnya sama dengan selisih antara pendapatan (income) dan beban (expense).

Jika dituliskan secara matematis, persamaan laba rugi sebagai berikut:

Laba/Rugi = Pendapatan – Beban ….. (Persamaan 2).

Jika selisih antara Pendapatan dan Beban bernilai Positif, harta yang dimiliki oleh entitas mengalami kenaikan. Kondisi seperti ini disebut dengan Laba.

Sedangkan jika selisih antara Pendapatan dan Beban bernilai negatif, harta yang dimiliki oleh entitas bisnis mengalamai penurunan dan disebut dengan kondisi Rugi.

Laba atau Rugi sebuah perusahaan ini kemudaian akan menjadi tambahan atau pengurangan nilai aset. Jika kedua persamaan di atas digabung, akan menghasilkan persamaan baru sebagai berikut:

Aset = Liabiltas + Ekuitas + Laba/Rugi … (Persamaan 3)

Sehingga, persamaannya menjadi

Aset = Liabilitas + Ekuitas + (Pendapatan – Beban) …. (Persaman 4)

Contoh Soal Persamaan Akuntansi

1. Owner atau pemilik bisnis menginvestasikan cash sebesar 10,000,000
Efek pada persamaan akuntansi:
Aset =Liabilitas +Ekuitas
Kas bertambah 10,000,000Tidak ada perubahanEkuitas bertambah 10,000,000
Aset 10,000,000 =Liabilitas 0 +Ekuitas 10,000,000

2. Membeli laptop secara cash atau tunai sebesar 3,000,000
Efek pada persamaan akuntansi adalah sebagai berikut:
Aset =LiabilitasEkuitas
Aset tetap bertambah 3,000,000
Kas berkurang 3,000
Tidak ada perubahanTidak ada perubahan
Aset:
Aset tetap 3,000,000
Kas 7,000,000
Total aset 10,000,000 =




Liabilitas 0




Ekuitas 10,000,000

3. Membeli persediaan sebesar 1,200,000 secara kredit
Efek pada persamaan akuntansi adalah sebagai berikut:
Aset =Liabilitas +Ekuitas
Pesediaan bertambah 1,200,000Utang Usaha bertambah 1,200,000Tidak ada perubahan
Aset:
Persediaan 1,200,000
Aset tetap 3,000,000
Kas 7,000,000
Total aset: 11,200,000
Liabilitas 1,200,000





Liabilitas 1,200,000 +
Ekuitas 10,000,000





Ekuitas 10,000,000

4. Menjual barang ke customer sebesar 2,000,000 dengan cara kredit dengan harga pokok penjualan (HPP) sebesar 1,200,000
Efek pada persamaan akuntansi adalah sebagai berikut:
Aset =Liabilitas +Ekuitas
Piutang Usaha bertambah 2,000,000
Persediaan berkurang 1,200,000
Tidak ada perubahanEkuitas bertambah 2,000,000 (revenue)
Ekuitas berkurang 1,200,000 (HPP)
Aset:
Kas 7,000,000
Piutang Usaha 2,000,000
Aset tetap 3,000,000
Total aset: 12,000,000
Liabilitas 1,200,000



Total liabilitas: 1,200,000
Ekuitas 10,800,000

10,000,000 + 2,000,000 – 1,200,000

Total ekuitas: 10,800,000

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Persamaan Dasar Akuntansi? Silahkan tinggalkan pesan pada kolom komentar.



Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KANTOR JASA AKUNTANSI PEKANBARU
KANTOR KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
KANTOR AKUNTAN PUBLIK PEKANBARU
KONSULTAN KEUANGAN PEKANBARU
KONSULTAN PAJAK PEKANBARU
SOFTWARE AKUNTANSI PEKANBARU
SOFTWARE ACCOUNTING PEKANBARU
SOFTWARE KASIR PEKANBARU
SOFTWARE POS PEKANBARU
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN PEKANBARU
JASA PERPAJAKAN PEKANBARU
JASA AKUNTANSI PEKANBARU

KANTOR JASA AKUNTANSI (KJA) PEKANBARU

KANTOR JASA AKUNTANSI (KJA) PEKANBARU
PT. Ladfanid Konsultindo Batam adalah penyedia layanan jasa konsultansi manajemen lainnya seperti Akuntansi, Keuangan, Audit, Atestasi, AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar), Perpajakan, IT, Program/ Software Akuntansi & Kasir (POS), dan Manajemen Bisnis Lainnya.